Bahagia sebenarnya

Kalimat yang harus ku tanamkan :

Saya tidak akan meninggalkan, mengecewakan, bahkan menyakiti orang yang saya sayangi walaupun saya telah dikecewakan olehnya. Karena, bila saya meninggalkan dan telah kehilangan raga nya maka tak ada lagi yang bisa saya rasakan kecuali menyesal.

Saya dan mereka adalah sama, manusia yang pernah melakukan kesalahan. Namun sebisa mungkin saya berupaya untuk tidak membuat kesalahan dengan cara menyakiti hati siapapun.

Saya tahu semua orang ingin bahagia, dan kebanyakan dari mereka keliru. Bahagia bukanlah pencapaian prestasi dan tahta satu nama dengan mengabaikan nama dibelakangnya, tapi bahagia adalah mengangkat banyak nama seraya membuat mereka tersenyum walaupun diri sendiri harus merasakan lelahnya.

Itulah kebahagiaan sejati.

Karena bila raganya telah tiada, 1000 kata sayang akan sia-sia ku ucapkan.

His Love

Saat Samuel dan Franda diundang di acara “Rumah Uya” di Trans 7, Uya dan team memberikan beberapa tes kecocokan kepada pasangan yang sudah resmi menikah selama enam bulan tersebut.

Yang membuat terkesan disini adalah ketika keduanya berada di ruangan berbeda dan harus memilih salah satu benda yang disediakan (Serbet, Setrikaan, Cobek) untuk menguji kecocokan.

Dari sekian tes, keduanya masing-masing memilih benda yang berbeda kecuali tes diatas tersebut.

Samuel dan franda sama-sama memilih serbet. Franda beralasan bahwa ia memilih serbet daripada setrika karena ia tidak mencuci (laundry) sedangkan cobek tidak dipilih karena ia tidak memasak.Alasan tersebut didengar oleh samuel dengan nada suara franda yang disamarkan.

Namun, samuel berbeda alasan. Ia memilih serbet karena simple. Lantas uya bertanya “lalu kenapa tidak memilih setrika dan cobek? Mungkin untuk baju atau memasak,,,”. Nah, alasan samuel ini nih yang bikin so sweeet…. “Franda suka mencuci dan memasak sih, tapi saya pilih serbet supaya simple” (dengan nada kurang yakin tapi bicara demikian karena samuel berusaha menutupi kekurangan franda).

So sweeeet,,,, udah ganteng, romantis, juga melindungi istrinya.

Biasanya yang saya lihat dan… Laki-laki didepan banyak orang malah mengadukan sikap istrinya bahkan kejelekan istrinya. Tapi tidak dengan si ganteng nan romantis SAMUEL ZYLGWYN. 😍😍😍

Who Is He?

There is someone who ever made me feel better.

2017-1992 = ?

Itu usiaku sekarang.

Selama hidup dari masa ke masa, aku bertemu dengan orang-orang yang dapat membuatku selalu berdebar, selalu penasaran, selalu tersenyum, selalu tertantang dan bahkan selalu menangis juga tertekan.

Aku harap di usiaku sekarang bisa merasakan suatu hal yang aku cari selama ini.

“Someday” by Nina G

Bagiku itu umur yang cukup tua dengan tanpa menemukan apapun.

#reShare

PERAMPOK CERDAS

Perampok berteriak kepada semua orang di bank :

” Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup Anda adalah milik Anda ..”

Semua orang di bank kemudian tiarap.

Hal ini disebut “Mind changing concept – merubah cara berpikir“.

Semua orang berhasil merubah cara berpikir dari cara yang bisa menjadi cara yang kreatif.

Salah satu nasabah yang sexy mencoba merayu perampok. Tetapi malah membuat perampok marah dan berteriak, ” Yang sopan mbak! Ini perampokan bukan perkosaan!”

Hal ini disebut ” Being professional – bertindak professional“. Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan.

Setelah selesai merampok bank dan kembali ke rumah, perampok muda yang lulusan MBA dari universitas terkenal berkata kepada perampok tua yang hanya lulusan SD ” Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita”.

Perampok tua menjawab. ” Dasar bodoh, Uang yang kita rampok banyak, repot menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai jumlah uang yang kita rampok.”

Hal ini disebut “Experience – Pengalaman“. Pengalaman lebih penting daripada selembar kertas dari universitas.

Sementara di bank yang dirampok, si manajer berkata kepada kepala cabangnya untuk segera lapor ke polisi. Tapi kepala cabang berkata, ” Tunggu dulu, kita ambil dulu 10 milliar untuk kita bagi dua. Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok.”

Hal ini disebut “Swim with the tide – ikuti arus“. Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan pribadi.

Kemudian kepala cabangnya berkata,” Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan.”

Hal ini disebut “Killing boredom – menghilangkan kebosanan“. Kebahagiaan pribadi jauh lebih penting dari pekerjaan Anda.

Keesokan harinya berita di TV melaporkan uang 100 milliar dirampok dari bank. Perampok menghitung uang hasil perampokan dan perampok sangat murka. “Kita susah payah merampok cuma dapat 20 milliar,orang bank tanpa usaha dapat 80 milliar. Lebih enak jadi perampok yang berpendidikan rupanya.”

Hal ini disebut sebagai “Knowledge is worth as much as gold – pengetahuan lebih berharga daripada emas“.

Dan di tempat lain manajer dan kepala cabang bank tersenyum bahagia karena mendapat keuntungan dari perampokan yang dilakukan orang lain.

Hal ini disebut sebagai “seizing opportunity – berani mengambil risiko“.

Selamat mencermati kisah diatas. Meski mengandung humor namun ada point-point yang bisa kita tangkap dari humor bisnis di atas…

Apakah anda bisa melihat, mengapa bangsa ini selalu ada keributan ?

Kisah Perampokan diatas, adalah representing segala sesuatu yg terjadi di Negara ini.

View on Path

Moslem in Asia

Tentang perlakuan buruk terhadap Muslim, sudah banyak hal seperti ini terjadi. Dan hampir jarang sekali dikupas oleh media-media betapa mereka sangat menderita karena itu.

1. Pembantaian Muslim Bosnia
Pembantaian Srebrenica mungkin jadi kejadian besar yang jarang dipublikasikan. Padahal ini bisa dikatakan kejahatan keji terbesar setelah Perang Dunia II. Kejadian ini terjadi pada tahun 1995 di mana sekitar 8000 Muslim Bosnia yang terdiri dari pria dewasa dan anak laki-laki dibantai secara keji. Pelakunya sendiri adalah militer Bosnia.
Belanda dengan teganya menyerahkan para pengungsi kepada tentara pemerintah yang keji itu.
Hanya menghabiskan waktu  5 hari saja bagi pasukan Bosnia untuk menghabisi sekitar 8000an muslim di kamp pengungsian tersebut. Kejadian ini pernah diusut di makhkamah internasional yang pada akhirnya memutuskan jika kejadian Srebrenica adalah genosida.

2. Penderitaan Muslim Ajerbaizan
Pemerintah Azerbaijan pernah melarang jilbab di sekolah-sekolah, serta mengganti semua atribut yang berhubungan dengan Islam di kantor-kantor. Bahkan pemerintah tak segan untuk meledakkan sebuah masjid yang menurut mereka didirikan secara ilegal. Bahkan insiden pengeboman ini pernah sampai menewaskan dua orang Muslim. Tak cukup dengan itu, akhir-akhir ini pemerintah makin gencar memberlakukan aturan aneh. Termasuk larangan beribadah di rumah-rumah.

3. Muslim Pattani
Pemerintah Thailand benar-benar memperlakukan kaum Muslim di sana dengan sangat buruk. Tak hanya ditekan dan dikekang, tapi sering pula terjadi bentrok fisik sampai pembunuhan. Apa yang dialami oleh Muslim Pattani benar-benar sama bahkan lebih ngeri dari negara-negara minoritas Islam lainnya. Bahkan dikatakan pula kalau sering terjadi pembunuhan di sana dengan korban orang-orang Muslim. Pemerintah Thailand sendiri berusaha menutup-nutupi hal tersebut sehingga kabar tentang perlakuan buruk di sana hampir tidak terdengar.

4. Sengsaranya Muslim di Moro, Filipina
Kaum Moro di Filipina mengalami perlakuan buruk selama bertahun-tahun. Padahal dulunya, mereka bisa dibilang mayoritas. Namun pergantian penguasa dan penjajah akhirnya membuat mereka terkerucut menjadi 5 persen saja dari jumlah penduduk negara berpulau-pulau itu. Sama seperti apa yang dialami oleh Muslim minoritas, orang-orang Moro juga merasakan banyak penderitaan.

5. Muslim Afrika Tengah, Murtad atau Mati
Orang-orang Islam di sana dihadapkan dengan kehidupan mengerikan serta ancaman kematian.
Milisi anti-Balaka yang menjadi momok bagi Muslim di sana benar-benar seperti kesetanan. Mereka tak hanya ingin melenyapkan Muslim dari tanah Afrika Tengah, tapi juga segala atribut tentang Islam. Termasuk salah satunya adalah merobohkan masjid-masjid yang ada di sana. Bahkan umat Muslimnya sendiri juga mengalami penindasan keras. Tak cukup dengan itu, mereka dipaksa keluar dari Islam atau berhadapan dengan kematian.

6. Muslim Rohingya
Sebuah catatan menunjukkan, lebih dari 6.000 kaum Muslim meninggal dunia akibat kekejaman mayoritas Budha yang didukung junta militer Myanmar.
Akibat kekejaman itu ribuan Muslim Rohingya terpaksa mengungsi ke negara yang terdekat, yakni Bangladesh dan Malaysia, bahkan sampai di Aceh. Mereka yang tidak bisa meninggalkan negara itu harus menerima perlakuan kejam tentara.
Secara statistik, Muslim Rohingya di Myanmar tercatat sekitar 4,0 persen atau sekitar 1,7 juta jiwa dari total jumlah penduduk negara tersebut yang mencapai 42,7 juta jiwa. Menurut catatan pada dokumen Images Asia: Report On The Situation For Muslims In Myanmar pada Mei tahun 1997, jumlah ini menurun drastis.

7. Muslim Xinjiang, Cina
Nasib tragis terus dialami oleh Muslim Xinjiang, Cina. Ada sekitar 8,5 juta jiwa Muslim di wilayah ini dengan bangunan masjid sebanyak 23 ribu buah. Penduduk Cina sendiri mencapai 1,3 miliar jiwa. Mereka terus-menerus didera penderitaan luar biasa dan dicap sebagai teroris.
Penduduk asli Xinjiang berasal dari ras-ras Turki yang beragama Islam, terutama suku Uighur (45,21 persen) dan suku Kazakh (6,74 persen). Selain itu, di Xinjiang juga terdapat suku Han yang merupakan suku mayoritas di Cina.
Secara statistik, sebenarnya kaum Muslim Uighur mayoritas di Xinjiang, tetapi hari demi hari mereka kian terpinggirkan. Istilah ‘daerah otonomi’ yang ditetapkan Pemerintah Cina cuma sekadar nama. Agama dan budaya mereka ditekan habis-habisan oleh Pemerintah Cina.

8.Muslim Kamboja
Di Kamboja, nasib kaum Muslim sempat mengalami penderitaan yang luar biasa di bawah rezim Khmer Merah. Kaum Muslim yang jumlahnya sekitar enam persen dari penduduk Kamboja yang mayoritas Budha harus hidup dalam tirai besi rezim komunis. Rezim militer itu tercatat melakukan penganiayaan; pembunuhan, penyiksaan, pengusiran; termasuk juga penghancuran masjid-masjid dan sekolahan. Kaum Muslim dilarang mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan.
Selama Khmer Merah berkuasa, lebih dari 500 ribu Muslim dibunuh. Juga ada pembakaran beberapa masjid, madrasah dan mushaf serta pelarangan menggunakan bahasa Campa—bahasa  kaum Muslim di Kamboja.

Lagi-lagi, hal ini tidak diketahui dunia. Padahal kejadian tersebut mungkin tengah bergejolak bahkan sampai hari ini.

https://hizbut-tahrir.or.id/2012/08/23/derita-minoritas-muslim-di-sejumlah-negara/

Jadi ORANG BAIK aja NGGAK CUKUP..

“Jon, di desa kita ada warung jual miras. Ayo kita tindak!” “Nggak usah. Yang penting jadi orang baik.” Sebulan kemudian. “Jon, para pemuda mulai suka mabuk- mabukan di warung itu. Ayo kita tindak sebelum terlambat!” “Buat apa? Lha wong mereka juga nggak ganggu kita, kok.” Sebulan lagi berlalu. “Jon, sekarang warung itu dibangun tambah megah. Nggak cuma jual miras, sudah ada pelacurnya juga. Setengah penduduk desa sudah jadi pelanggan. Kalau kita tidak menindak sekarang, besok-besok kita nggak akan punya kekuatan lagi.” “Urus diri sendiri dulu, nggak usah ngurusin orang lain.” Setahun kemudian. “Jon, desa kita sudah jadi pusat maksiat. Masjid mau dirobohkan. Kamu, sebagai ta’mirnya, juga akan diusir.” “Lho, lho. Kok gitu? Ya jangan gitu, dong. Ayo kita lawan mereka!” “Sudah terlambat, Jon. Kita sudah jadi minoritas. Dulu saat mereka dengan getol menanamkan ideologi dan memperluas kekuasaan, kita cuma sekedar jadi orang baik. Ternyata itu tidak cukup.” -Fiksi Opik Oman-

Yes I do, Michael.

Re-share from ISO Group :

7 Keberanian yang Kamu Perlukan
(tanpa melibatkan bambu runcing)

Masih dalam semangat Sumpah Pemuda minggu lalu, Urbanhire ingin mengulas sedikit tentang apa artinya keberanian di jaman sekarang yang relevan dengan kehidupan keseharian kita di kantor.

——————–

Pagi itu saya makan pagi di Hotel Mulia bersama seorang konsultan dari Amerika yang sangat concern kepada pengembangan talent di Indonesia.

Sebut saja namanya Michael (bukan nama sebenarnya). Michael adalah seorang konsultan internasional yang pernah lama tinggal di Jerman, Perancis, China dan Singapore. Michael juga sudah lama mempelajari karakteristik talent yang berbeda-beda dari berbagai negara di Asia termasuk Indonesia.

Tiba-tiba Michael bertanya, “What is the meaning of the 2 colors in your national flag?” (Apa arti dari 2 warna dalam bendera kebangsaan kamu?)

Dan saya pun menjelaskan bahwa Merah berarti “berani” dan Putih berarti “suci“.

Pada saat mendengarkan kata “berani” atau “courage“, Michael agak terkejut dan menginterupsi saya, “Excuse me… Are you sure it is courage?” (Maaf, apakah kamu yakin itu artinya berani?)
Saya bilang “Yes.”

Michael bertanya lagi, “Are you sure that courage is one of the characters of the Indonesian?”
(Apakah kamu yakin bahwa keberanian adalah karakter bangsa Indonesia?).
Saya sebenarnya agak tersinggung mendengarkan pertanyaan ini, dan dalam hati saya bertanya maksud loe apa sih?

Tetapi masih dengan tersenyum (hambar) saya menerangkan dengan sabar. Bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa pemberani dan saya terangkan bagaimana heroiknya bangsa kita pada saat berperang melawan penjajah hanya dengan bermodalkan bambu runcing sementara penjajah kita mempunyai senjata yang lengkap dan modern.

“You have to admit, our people were extremely courageous…” (Kamu harus akui bahwa bangsa kami sangatlah berani.)

Michael mengangguk setuju. Kemudian dia bertanya, “When was it?” (Kapankah ini?)

Saya menjawab bahwa jaman perjuangan melawan penjajah itu kita lakukan sejak beratus-ratus tahun sampai akhirnya kita memperoleh kemerdekaan kita pada tahun 1945.

Michael tersenyum, “So it was more than 70 years ago.” (Jadi, ini lebih dari 70 tahun yang lalu.)

Kemudian Michael bertanya lagi…

“Pambudi, kamu pernah bekerja di 7 negara. Kamu pernah bepergian  ke 45 negara. Kamu bahkan pernah menjadi Head of Talent Development di Singapura, China dan Jerman…., apakah memang menurut kamu talent-talent di Indonesia paling pemberani dalam hal….
– bertanya di meeting
– mengemukakan pendapat
– men-challenge bosnya sendiri
– menawarkan solusi …?

Apakah sebagian besar talent-talent dari Indonesia melakukan hal hal di atas itu?
Ataukah talent-talent dari Indonesia lebih banyak duduk di pojok dan berdiam diri dan membiarkan peserta yang lain menyampaikan pendapatnya?

Saya pun termenung. Dan pembicaraan pagi itu menghantui pikiran saya beberapa hari sambil memikirkan pertanyaan Michael.

Bener juga ya….
Ternyata sebagian besar talent-talent Indonesia kurang assertive (tegas), kurang percaya diri dan kurang mampu mengartikulasikan komunikasi mereka (dan biasanya mereka maju pesat dalam kariernya).
Memang ada beberapa yang sudah percaya diri, tapi sebagian besar masih masuk kategori “kurang pemberani“.

Padahal dalam dunia bisnis global sekarang, Anda tidak hanya dituntut untuk menjadi kompeten.

Competence alone will not bring you far away.

Untuk mengembangkan karier Anda dituntut untuk juga mempunyai:
– Confidence (percaya diri), dan
– Communication skills
(mampu berkomunikasi dengan efektif)

Terus bagaimana dong ?

Sudah waktunya mengganti mindset dan keluar dari paradigma lama seperti ini:
– Tong kosong nyaring bunyinya (sekarang kita cari Tong berisi yang nyaring bunyinya)
– Diam itu emas … (mungkin, tapi harga emas sudah turun..Jadi diam itu emas, bicara dengan baik itu berlian)
– Padi makin tua makin merunduk (memangnya sakit pinggang, jadilah padi yang berisi dan berdiri tegak)
– Air beriak tanda tak dalam …

Lihat betapa banyaknya peribahasa yang menyuruh kita diam seribu bahasa.

But the world has changed..
Dunia sudah berganti.
The paradigm has to be changed also.

Ingat, yang paling sukses bukannya yang paling pintar atau yang paling kuat, tapi yang paling mampu menyesuaikan diri dengan perbedaan.

So….mari kita tampil beda. Mari kita tampil berani.

Speak up! Share what you think! Propose your solutions!

If you dont speak up, nobody will know how smart you are.
And if they don’t know that you are smart, don’t blame them if they think you are stupid!
Anda bertanggung jawab untuk membentuk persepsi tentang diri Anda sendiri.

Terus keberanian apa dong yang kita butuhkan di tempat kita bekerja …
‘Kan ini juga bukan jamannya lagi untuk mengangkat bambu runcing dan maju ke medan perang.
Kita harus berjuang, tetapi dengan cara lain. Kita tetap harus berani!

Baca juga:  4 Cara Hadapi Intrik Politik Kantor

Berdasarkan pengamatan saya pada high potential talents yang sekarang menempati posisi puncak. Ini adalah keberanian yang mereka miliki:

1. Dare to ask question

Mereka berani bertanya.
Karena mereka peduli. Mereka ingin mengerti permasalahannya dan ingin membantu memberikan solusi meskipun itu di luar tanggung jawab mereka.
That’s professionalism.
Bukan hanya duduk termenung di pojok ruang meeting.

2. Dare to challenge

Pada saat seseorang menyampaikan solusi atau presentasi, mereka berani men-challenge.
Is it the best way to do things?
Is it the best way to achieve the objectives?
Mereka berani men-challenge anak buah mereka, men-challenge rekan sejawat mereka, bahkan mereka berani men-challenge boss mereka.
(Mereka mampu men-challenge dengan cara yang sopan dan profesional).
Mereka tidak takut dinilai negatif (karena men-challenge), karena mereka tahu bahwa tujuan mereka itu baik  (untuk membuat situasi menjadi lebih baik).

3. Dare to propose a solution

Banyak orang yang bisa mengkritik, tapi jarang yang bisa memberikan solusi.
Padahal sebenarnya bisnis tidak memerlukan kritik. At the end of the day, bisnis membutuhkan solusi.
Kalau satu-satunya yang Anda bisa berikan adalah mengkritik, mungkin lebih baik Anda diam.
Siapapun akan lebih suka orang yang menawarkan solusi dengan positif daripada hanya sekedar mengkritik. Think from that angle, before you open your mouth.

4. Dare to implement

Setelah Anda memikirkan solusi, Anda juga harus berani mengimplementasikan Take ownership.
Take charge of the implementation! Jangan hanya ngomong banyak waktu brainstorming, tapi menghilang waktu diimplementasikan.

5. Dare to receive feedback

Setelah Anda mengimplementasikan, be open minded. Terbukalah dengan kritik.
Terimalah feedback sebagai masukan untuk improve situation.
Don’t take it personally. Don’t deny. Don’t be defensive.
Just listen, understand, filter, select and implement the ones that create significantimprovement.

6. Dare to put team’s interest first

Remember, a good professional put the team’s interest before his own.
Ada pepatah Afrika.

If you want to go fast, go by yourself.
If you want to go far, go with others.

Performance Anda sangat tergantung dari performance team Anda.
Be a sport, learn to play in a team. It is  more fun and your career will progress accordingly.

7. Dare to learn everyday

Last but not least, learn new things everyday.
Dunia berubah,  bisnis Anda berubah, peta kompetisi berubah , perilaku konsumen Anda berubah.
Belajarlah, amatilah dan beradaptasilah!

Jadi ingat ya… untuk perform well dan maju dalam berkarir, Anda harus memiliki 7 keberanian ini….

1. Dare to ask question
2. Dare to challenge
3. Dare to propose a solution
4. Dare to implement
5. Dare to receive feedback
6. Dare to put team’s interest first
7. Dare to learn everyday

Kita coba yuk…

Dan mari kita tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang pemberani, dulu (di jaman perang melawan penjajah) dan juga di masa sekarang dan di masa depan (di era kompetisi global).

We were couragous, and lets show that we are (and we will always be) couragous!

Ini akan mempercepat pengembangan talent-talent Indonesia untuk terus menerus tampil di pentas global.

———————— – with Chayszar and Chayszar

View on Path