Moslem in Asia

Tentang perlakuan buruk terhadap Muslim, sudah banyak hal seperti ini terjadi. Dan hampir jarang sekali dikupas oleh media-media betapa mereka sangat menderita karena itu.

1. Pembantaian Muslim Bosnia
Pembantaian Srebrenica mungkin jadi kejadian besar yang jarang dipublikasikan. Padahal ini bisa dikatakan kejahatan keji terbesar setelah Perang Dunia II. Kejadian ini terjadi pada tahun 1995 di mana sekitar 8000 Muslim Bosnia yang terdiri dari pria dewasa dan anak laki-laki dibantai secara keji. Pelakunya sendiri adalah militer Bosnia.
Belanda dengan teganya menyerahkan para pengungsi kepada tentara pemerintah yang keji itu.
Hanya menghabiskan waktu  5 hari saja bagi pasukan Bosnia untuk menghabisi sekitar 8000an muslim di kamp pengungsian tersebut. Kejadian ini pernah diusut di makhkamah internasional yang pada akhirnya memutuskan jika kejadian Srebrenica adalah genosida.

2. Penderitaan Muslim Ajerbaizan
Pemerintah Azerbaijan pernah melarang jilbab di sekolah-sekolah, serta mengganti semua atribut yang berhubungan dengan Islam di kantor-kantor. Bahkan pemerintah tak segan untuk meledakkan sebuah masjid yang menurut mereka didirikan secara ilegal. Bahkan insiden pengeboman ini pernah sampai menewaskan dua orang Muslim. Tak cukup dengan itu, akhir-akhir ini pemerintah makin gencar memberlakukan aturan aneh. Termasuk larangan beribadah di rumah-rumah.

3. Muslim Pattani
Pemerintah Thailand benar-benar memperlakukan kaum Muslim di sana dengan sangat buruk. Tak hanya ditekan dan dikekang, tapi sering pula terjadi bentrok fisik sampai pembunuhan. Apa yang dialami oleh Muslim Pattani benar-benar sama bahkan lebih ngeri dari negara-negara minoritas Islam lainnya. Bahkan dikatakan pula kalau sering terjadi pembunuhan di sana dengan korban orang-orang Muslim. Pemerintah Thailand sendiri berusaha menutup-nutupi hal tersebut sehingga kabar tentang perlakuan buruk di sana hampir tidak terdengar.

4. Sengsaranya Muslim di Moro, Filipina
Kaum Moro di Filipina mengalami perlakuan buruk selama bertahun-tahun. Padahal dulunya, mereka bisa dibilang mayoritas. Namun pergantian penguasa dan penjajah akhirnya membuat mereka terkerucut menjadi 5 persen saja dari jumlah penduduk negara berpulau-pulau itu. Sama seperti apa yang dialami oleh Muslim minoritas, orang-orang Moro juga merasakan banyak penderitaan.

5. Muslim Afrika Tengah, Murtad atau Mati
Orang-orang Islam di sana dihadapkan dengan kehidupan mengerikan serta ancaman kematian.
Milisi anti-Balaka yang menjadi momok bagi Muslim di sana benar-benar seperti kesetanan. Mereka tak hanya ingin melenyapkan Muslim dari tanah Afrika Tengah, tapi juga segala atribut tentang Islam. Termasuk salah satunya adalah merobohkan masjid-masjid yang ada di sana. Bahkan umat Muslimnya sendiri juga mengalami penindasan keras. Tak cukup dengan itu, mereka dipaksa keluar dari Islam atau berhadapan dengan kematian.

6. Muslim Rohingya
Sebuah catatan menunjukkan, lebih dari 6.000 kaum Muslim meninggal dunia akibat kekejaman mayoritas Budha yang didukung junta militer Myanmar.
Akibat kekejaman itu ribuan Muslim Rohingya terpaksa mengungsi ke negara yang terdekat, yakni Bangladesh dan Malaysia, bahkan sampai di Aceh. Mereka yang tidak bisa meninggalkan negara itu harus menerima perlakuan kejam tentara.
Secara statistik, Muslim Rohingya di Myanmar tercatat sekitar 4,0 persen atau sekitar 1,7 juta jiwa dari total jumlah penduduk negara tersebut yang mencapai 42,7 juta jiwa. Menurut catatan pada dokumen Images Asia: Report On The Situation For Muslims In Myanmar pada Mei tahun 1997, jumlah ini menurun drastis.

7. Muslim Xinjiang, Cina
Nasib tragis terus dialami oleh Muslim Xinjiang, Cina. Ada sekitar 8,5 juta jiwa Muslim di wilayah ini dengan bangunan masjid sebanyak 23 ribu buah. Penduduk Cina sendiri mencapai 1,3 miliar jiwa. Mereka terus-menerus didera penderitaan luar biasa dan dicap sebagai teroris.
Penduduk asli Xinjiang berasal dari ras-ras Turki yang beragama Islam, terutama suku Uighur (45,21 persen) dan suku Kazakh (6,74 persen). Selain itu, di Xinjiang juga terdapat suku Han yang merupakan suku mayoritas di Cina.
Secara statistik, sebenarnya kaum Muslim Uighur mayoritas di Xinjiang, tetapi hari demi hari mereka kian terpinggirkan. Istilah ‘daerah otonomi’ yang ditetapkan Pemerintah Cina cuma sekadar nama. Agama dan budaya mereka ditekan habis-habisan oleh Pemerintah Cina.

8.Muslim Kamboja
Di Kamboja, nasib kaum Muslim sempat mengalami penderitaan yang luar biasa di bawah rezim Khmer Merah. Kaum Muslim yang jumlahnya sekitar enam persen dari penduduk Kamboja yang mayoritas Budha harus hidup dalam tirai besi rezim komunis. Rezim militer itu tercatat melakukan penganiayaan; pembunuhan, penyiksaan, pengusiran; termasuk juga penghancuran masjid-masjid dan sekolahan. Kaum Muslim dilarang mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan.
Selama Khmer Merah berkuasa, lebih dari 500 ribu Muslim dibunuh. Juga ada pembakaran beberapa masjid, madrasah dan mushaf serta pelarangan menggunakan bahasa Campa—bahasa  kaum Muslim di Kamboja.

Lagi-lagi, hal ini tidak diketahui dunia. Padahal kejadian tersebut mungkin tengah bergejolak bahkan sampai hari ini.

https://hizbut-tahrir.or.id/2012/08/23/derita-minoritas-muslim-di-sejumlah-negara/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s