Semakin hari semakin ingin memperbaiki diri, walau kadang ke kiri lalu ke kanan… 😊😁

Re share :

*Ippho Santosa*

Pernahkah
sesama orang pelit
bersatu, misal membuat asosiasi atau komunitas?
Hehe…nggak pernah.

Ternyata orang pelit saja
nggak suka sama orang pelit lainnya… Betul?

Apalagi orang dermawan!

Orang pelit,
adakah gunanya?

“Orang dermawan dan orang pelit, semuanya berguna.

Orang dermawan,
memberimu pertolongan.

Orang pelit,
memberimu pelajaran.

pertanyaan pertama:

pilih mana,
mentraktir atau ditraktir?

Kalau kita minta minta
otak bawah sadar
akan merekam,

“Aku tidak mampu dan pantas dikasihani.”

Kemampuan kita akan melemah.

betapa banyak orang di sekitar kita yang bersikap begitu.

Jangan-jangan kita juga termasuk, hehehe.

ngarep-ngarep ditraktir, malu dikit napa?

Ayoo miliki
#Mental Kaya!

Diberi, ya terima.

Nggak diberi,
jangan ngarep-ngarep,
jangan minta-minta.

Nabi Muhammad saw sering diberi hadiah dan itu diterima oleh Nabi.

Tapi, Nabi nggak pernah minta-minta.

Harga diri pun terjaga.

“Siapa yang meminta sesuatu kepada orang lain tanpa adanya kebutuhan, maka ia telah memakan bara api,”
(HR Ahmad)

Traktir dong!
Minta dong!
Gratis dong!
Oleh-olehnya dong!

Pernah mendengar kalimat-kalimat spt itu?

Awalnya cuma iseng, la ma2 jadi kebiasaan berurat-berakar.

Ketika kemudian diingatkan, sudah tidak mempan lagi.

Misal : kita perlu
atau mau sesuatu,
tapi nggak punya uang, terus gimana?

Ya kerahkan tenaga.

Umpamanya, ingin nonton konser Afgan atau Wali, tapi nggak punya uang.

Ya kerahkan tenaga.
Dekati panitianya dan jadilah penjual tiketnya (reseller).

Begitu terjual 10 atau 15 tiket, boleh masuk secara cuma-cuma.

Sekali lagi,
~ kerahkan tenaga anda,
~ berikan jasa anda.

Bukan memelas apalagi memamerkan kemiskinan.

Maaf,
ini contoh saja. Agar kita punya mental kaya.

Oleh karena itu,
Janganlah minta2 pulsa,
apalagi minta-minta saham…. hehehe.

Ingat ini.
Walaupun kaya,
tapi ia masih minta2.
itulah mental miskin.

Kalau mental kaya?
Walaupun belum kaya,
ia terus berbagi dan menjaga harga diri.

Anda pilih mana?

Satu hal lagi.
Sahabat sejati akan selalu men-support bisnis temannya.
Ini juga mental kaya.

Bukannya malah murah-murahin. Sekiranya teman ngasih diskon,
ya diterima.

Tapi kita jangan minta2.

Kan kasihan teman kita.
Wong bisnisnya belum gede-gede amat.

Dulu teman saya buka bisnis ticketing.
Saya pun membeli tiket dari dia. Selalu.
Padahal, kadang harga tiketnya 5% lebih mahal daripada tempat lainnya.

Nggak masalah, saya beli terus. Karena saya bisa memaklumi. Kan dia baru buka usaha, yah wajar kalau harganya belum kompetitif.

Sekiranya saya dukung terus insya Allah harganya akan kompetitif.

Dan benar, itulah yang terjadi kemudian.

Yakinlah…

Bahagia bukan lagi ketika mendapatkan.
Melainkan ketika membagi-bagikan.

Itulah sejatinya mental kaya.

Kalaupun mau minta-minta, cukup kepada Sang Pencipta saja.

Ke makhluk,
mah jangan.
Apalagi ke tuyul,
hehehe.

Mungkin saat ini anda terpikir untuk men-share tulisan ini.
Silakan saja.

Kalau minta sama suami? Hehehe. Apabila dulu anda sudah meminta sama Allah untuk diberikan suami yang soleh, insya Allah suami yang soleh sudah memberikan sebelum istrinya meminta. Bukankah ciri pria sejati itu ‘Sedikit bicara, banyak transfer’? Hahaha.

Saya,
Ippho Santosa,
turut mendoakan agar kita semua memiliki mental kaya. Aamiin.

Insya Allah bisa,
ketika masing-masing kita sudah pantas. – with Chayszar

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s